Jumat, 22 April 2016
Tugas Bahasa Indonesia 2, Penalaran Dalam Penulisan Ilmiah
Pengertian Penalaran.
Beberapa pengertian Penalaran :
a. proses berpikir logis sistematis terorganisasi
dalam urutan yang saling berhubungan sampai dengan simpulan.
b. menghubung-hubungkan data atau fakta sampai dengan suatu simpulan.
c. proses menganalisis suatu topik sehingga menghasilkan suatu simpulan.
Pengertian Penalaran Menurut Para Ahli
b. menghubung-hubungkan data atau fakta sampai dengan suatu simpulan.
c. proses menganalisis suatu topik sehingga menghasilkan suatu simpulan.
Pengertian Penalaran Menurut Para Ahli
1. Bakry (1986) menyatakan bahwa penalaran atau
Reasoning merupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk pada salah satu
proses pemikiran untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai pernyataan baru
dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui.
2. Suriasumantri (2001) mengemukakan secara singkat
bahwa penalaran adalah suatu aktifitas berpikir dalam pengambilan suatu
simpulan yang berupa pegetahuan.
3. Keraf (1985) berpendapat bahwa penalaran adalah
suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta, petunjuk atau
eviden ,menuju kepada suatu kesimpulan.
Jadi secara umum Penalaran adalah suatu proses berpikir manusia untuk mengbungkan fakta-fakta atau data-data yang sistematik menuju suatu kesimpulan berupa pengetahuan. Dengan kata lain, Penalaran merupakan sebuah proses berpikir untuk mencapai suatu kesimpulan yang logis.
Proposisi.
Proposisi adalah suatu ekspresi verbal dari keputusan yang
berisi pengakuan atau pengingkaran sesuatu predikat terhadap suatu yang lain,
yang dapat dinilai bener atau salah.
Jenis-jenis proposisi terbagi menjadi 4 bagian :
1. Proposisi berdasarkan Bentuk :
a. proposisi tunggal adalah proposisi yang memiliki 1 subjek dan 1 predikat.
Contoh : Unie menyayi
Jenis-jenis proposisi terbagi menjadi 4 bagian :
1. Proposisi berdasarkan Bentuk :
a. proposisi tunggal adalah proposisi yang memiliki 1 subjek dan 1 predikat.
Contoh : Unie menyayi
b. Proposisi majemuk adalah proposisi yang memiliki 1 subjek
dan lebih dari 1 predikat.
Contoh : Indra belajar bermain piano dan menyayi di studio
2. Proposisi berdasarkan Sifat :
a. Proposisi Kategorial adalah proposisi dimana hubungan antara subyek dan predikatnya mempunyai syarat apapun
Contoh : Semua Perempuan di indonesia akan mengalami Menstruasi
b. Proposisi kondisional adalah proposisi dimana hubungan antara subjek dan predikat membutuhkan syarat tertentu.
Contoh : Jika yogi lulus UN maka saya akan berikan hadiah
3. Proposisi berdasarkan kualitas:
a. proposisi positif, yaitu proporsisi dimana predikatnya mendukung atau membenarkan subjeknya.
Contoh : Semua gajah berbadan besar
b. proposisi negatif, yaitu proporsisi dimana predikatnya menolak atau tidak mendukung subjeknya.
Contoh : Tidak ada wanita yang berjenggot
4. proposisi berdasarkan kuantitas:
a. proposisi universal, yaitu proporsisi dimana predikatnya mendukung atau mengingkari semua.
Contoh : Semua warga Indonesia mememiliki KTP
Contoh : Indra belajar bermain piano dan menyayi di studio
2. Proposisi berdasarkan Sifat :
a. Proposisi Kategorial adalah proposisi dimana hubungan antara subyek dan predikatnya mempunyai syarat apapun
Contoh : Semua Perempuan di indonesia akan mengalami Menstruasi
b. Proposisi kondisional adalah proposisi dimana hubungan antara subjek dan predikat membutuhkan syarat tertentu.
Contoh : Jika yogi lulus UN maka saya akan berikan hadiah
3. Proposisi berdasarkan kualitas:
a. proposisi positif, yaitu proporsisi dimana predikatnya mendukung atau membenarkan subjeknya.
Contoh : Semua gajah berbadan besar
b. proposisi negatif, yaitu proporsisi dimana predikatnya menolak atau tidak mendukung subjeknya.
Contoh : Tidak ada wanita yang berjenggot
4. proposisi berdasarkan kuantitas:
a. proposisi universal, yaitu proporsisi dimana predikatnya mendukung atau mengingkari semua.
Contoh : Semua warga Indonesia mememiliki KTP
b. proposisi spesifik / khusus, yaitu proporsisi yang
predikatnya membenarkan sebagian subjek.
Contoh : Tidak semua murid patuh kepada gurunya
Contoh : Tidak semua murid patuh kepada gurunya
Inferensi
dan Implikasi.
Inferensi adalah suatu proses untuk menghasilkan
informasi dari fakta yang diketahui.
Inferensi adalah konklusi logis atau implikasi
berdasarkan informasi yang tersedia. Dalam sistem pakar, proses inferensi
dialakukan dalam suatu modul yang disebut inference engine. Ketika
representasi pengetahaun pada bagian knowledge base telah lengkap, atau
paling tidak telah berada pada level yang cukup akurat, maka representasi
pengetahuan tersebut telah siap digunakan.
Contoh:
Bu, besok temanku berulang tahun. Saya
diundang makan malam. Tapi saya tidak punya baju baru, kadonya lagi belum ada”.
Maka inferensi dari ungkapan tersebut bahwa tidak bisa pergi
ke ulang tahun temanya.
Implikasi itu artinya akibat, seandainya dikaitkan dengan
konteks bahasa hukum, misalnya implikasi hukumnya, berarti akibat hukum yang
akan terjadi berdasarkan suatu peristiwa hukum yang terjadi.
Wujud
Evidensi.
Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang di
hubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil
pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatu fenomena.
Evidensi sering juga disebut bukti empiris. Akan tetapi pengertian evidensi ini
sulit untuk ditentukan secara pasti, meskipun petunjuk kepadanya tidak dapat
dihindarkan. Data dan informasi yang di gunakan dalam penalaran harus merupakan
fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu
sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap di gunakan sebagai evidensi.
Cara menguji data.
Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus
merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara
tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai
evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian
tersebut.
- Observasi.
- Kesaksian.
- Autoritas.
Cara menguji autoritas.
Seorang penulis yang objektif selalu menghidari semua
desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan
pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh
didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.
- Tidak mengandung
prasangka.
- Pengalaman dan
pendidikan autoritas.
- Kemashuran dan
prestise.
- Koherensi dengan
kemajuan
Mengapa perlu adanya penalaran ilmiah?
Adanya penalaran ilmiah menurut saya
adalah karena ketika kita ingin menarik kesimpulan dari hasil ekseperimen,
observasi dan pengujian bisa menghasilkan informasi yang tepat dan akurat.
Dengan adanya penalaran ilmiah kita bisa membuktikan keberan dari fakta
tersebut dan membuat pengamatan yang kita lakukan tidak sia-sia.
Sedikit kendala dalam pengamatan adalah
ketika akan menghubungkan data, informasi dan fakta yang kemudian memulai
melakukan pengujian. Namun ketika sudah masuk tahap pengujian dan observasi
maka penalaran akan menjadi lebih mudah dengan adanya bahan-bahan yang telah
dikumpulkan sebelumnya. Dan untuk kesimpulan akan lebih mudah dalam pengambilan
karena adanya penalaran diatas.
Langganan:
Komentar (Atom)